
Kemeriahan Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di SMK Raden Umar Said
Kudus, 22 Oktober 2025— Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di SMK Raden Umar Said Kudus berlangsung semarak. Ratusan siswa tampak antusias mengikuti apel pagi yang digelar di lapangan sekolah. Upacara diikuti seluruh siswa, guru, serta staf dan karyawan dengan tertib dan khidmat.
Tidak hanya upacara, sekolah juga menyelenggarakan berbagai lomba yang diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan XI, dan dilaksanakan selama empat hari berturut-turut. Setiap kelas mengirimkan perwakilan untuk mengikuti berbagai cabang lomba. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali potensi siswa, sekaligus meningkatkan partisipasi dan semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Santri Nasional.
Pada hari pertama, lomba yang diselenggarakan meliputi Story Telling, Debat PAI, serta Tilawatil Qur’an.Lomba Story Telling dilaksanakan di Lapangan Graphos. Peserta membawakan berbagai cerita tentang tokoh Khulafaur Rasyidin dengan gaya, bahasa, dan metode penyampaian yang beragam. Tak ketinggalan, suporter turut hadir untuk menyaksikan dan memberikan semangat kepada peserta lomba.
Sementara itu, lomba Debat PAI berlangsung di aula SMK Raden Umar Said. Setiap tim dari masing-masing kelas hadir dan duduk sesuai instruksi panitia. Dengan mengusung mosi yang telah dibagikan melalui juknis, babak penyisihan debat kali ini mengangkat tema: “Dewan ini menolak praktik bisnis online melalui trading forex”. Tim pro dan kontra saling bertukar argumen serta data untuk memperkuat pernyataan masing-masing. Lomba debat tersebut juga dihadiri banyak suporter yang mendengarkan dan menilai jalannya debat dengan antusias. Karena keterbatasan waktu, babak selanjutnya dijadwalkan pada Jum’at 24 Oktober 2025.
Lomba terakhir adalah Musabaqah Tilawatil Qur’an yang diselenggarakan di Musholla sekolah. Masing-masing peserta diperbolehkan untuk menyiapkan ayat Al-Qur’an yang hendak mereka baca. Setiap peserta bergantian untuk membacakan ayat tersebut di depan dewan juri, dengan durasi lima menit. Peserta lomba menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui ketepatan dan bunyi vokal yang memukau.

Sumber : Fotografer Jurnalistik
Thursday was filled with arts and creative activities such as a Religious Song Competition, a Calligraphy Competition, and a Ulama Sketch Competition. On Friday, before the competitions began, all Muslim students and teachers participated in a Khatmil Qur’an recitation. The day was also enlivened by the Khitabah (Islamic Conversation), Adhan (Adhan) and Iqamah (Islamic Recitation) Competition, and the Islamic Religious Education (PAI) Debate final, all held simultaneously at various locations.
Saturday, the final day of the celebration, marked the culmination of the week. In the morning, students and teachers participated in a fun walk of approximately three kilometers, from SMK RUS Kudus to SMP 2 Gebog and back. Each participant received a raffle ticket from the committee at the checkpoint on the way home. After the walk, all participants took a short break to prepare for the final event: the Fashion Show. The fashion show was enlivened by the distribution of door prizes, creating a cheerful and memorable atmosphere for all participants.
discipline, creativity, and togetherness. The four-day event truly embodied the spirit of the santri – humble yet strong, devoted yet progressive – reminding students to uphold moral values while building a better and more civilized future.
Editor: Fidelia Widyanita




