
670 Penari Tari Lajur Caping Kalo Pecahkan Rekor MURI
Kudus – Sabtu, 26 September 2026, pementasan berlangsung dari Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus hingga Halaman Pendopo Kabupaten Kudus.
Sebanyak 670 penari dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, masyarakat umum, hingga seniman, ikut ambil bagian dalam pementasan tersebut. Kegiatan ini sekaligus mencatatkan Tari Lajur Caping Kalo dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Tari Lajur Caping Kalo merupakan tari tradisional asal Kabupaten Kudus yang menggambarkan proses pembuatan caping kalo, penutup kepala tradisional yang dahulu digunakan masyarakat saat pergi ke sawah, kebun, maupun pasar. Pementasan ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan budaya daerah sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.
Salah satu penari mengatakan, para peserta telah berlatih selama satu bulan. Tantangan terbesar adalah menjaga tempo dan kekompakan gerakan bersama ratusan penari lainnya. “Kesulitan terbesarnya itu menyamakan tempo dan kekompakan gerakan dengan ratusan peserta lain supaya terlihat rapi,” ujarnya. Meski menghadapi tantangan, para penari tetap saling menyemangati hingga pementasan selesai.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak malu mempelajari tari tradisional. “Jangan malu belajar tari tradisional, karena melestarikan warisan budaya daerah itu keren banget dan bisa menjadi kebanggaan kita bersama,” pesannya.

Sumber : Fotografer Jurnalistik
Pementasan Tari Lajur Caping Kalo berakhir pada sore hari dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pemecahan rekor, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kerja sama sekaligus menjaga warisan budaya Kudus.
Editor: Fidelia Widyanita




